MASIGNCLEAN101

Pengertian, Bahan, Alat, Jenis, Sifat Dan Teknik Membuat Tekstil

Pengertian, Bahan, Alat, Jenis, Sifat Dan Teknik Membuat Tekstil
A. Pengertian Tekstil

Kata tekstil berasal dari bahasa Inggris yaitu "textile" yang berarti tenun. dalam bidang seni rupa tekstil diartikan karya seni rupa yang dihasilkan dari hasil persilangan (anyaman) antara benang vertikal (lungsi) dengan benang horizontal (pakan). Pola jalinan (anyaman) antara benang tersebut bervariasi, diantaranya :

1. Anyaman Polos 

Anyaman polos merupakan anyaman yang paling sederhana dan paling banyak digunakan untuk membuat kain tenun. Meskipun sederhana akan tetapi anyaman polos memiliki konstruksi yang kuat karena memiliki persilangan benang yang paling banyak. Pada anyaman jenis ini benang pakaian yang bergerak ke kanan dan ke kiri menganyam selebar kain yang dibuat hingga tercipta sebuah kain tenun.

Contoh : kipas

2. Anyaman Kepar

Anyaman kepar merupakan jenis anyaman dasar kedua. Kain tenun yang dihasilkan dengan pola anyaman kepar bila diperhatikan secara seksama kan menambahkan garis miring pada permukaan yang muncul secara teratur.

3. Anyaman Satin

Anyaman saat ini merupakan anyaman dasar ketiga. Pada jaman saat ini permukaan yang memiliki titik silang yang tidak teratur dan tidak bersinggungan antara yang satu dengan yang lainnya.

B. Bahan dan Alat Membuat Tekstil

1. Bahan Baku

Bahan baku untuk membuat kain tenun adalah :

- Benang, baik dari serat alam maupun serat buatan
- Pewarna, antara lain : naptol, zat warna direk, asam, basa, belerang, dispers, reaktif, belerang dan bejana. Setiap jenis pewarna tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda.

2. Alat Tenun

Berdasarkan cara menjalankannya alat tenun dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu :

a. Alat tenun tradisional (Gedog)

Alat tenun ini memiliki beberapa kelemahan yaitu lambat dalam produksi dan tidak dapat digunakan untuk membuat kain yang berukuran panjang dan lebar. Alat tenun ini biasanya digunakan pada industri rumah (home industry). Alat tenun gedog saat ini sudah jarang digunakan lagi

b. Alat  tenun bukan mesin (ATBM)

Alat tenun ini diciptakan sebagai pengembangan dari alat tenun gedog. Bahan dasar yang digunakan untuk membuat alat tenun ini adalah kayu. Kain tenun yang dihasilkan dengan alat tenun ini bisa memiliki mutu yang lebih baik bila dibandingkan hasil dari alat tenun gedog, dan dapat digunakan untuk memproduksi kain yang berukuran lebar dan panjang. Selain itu ATBM juga dapat memproduksi kain dengan waktu yang relatif lebih cepat. alat tenun ini biasanya digunakan pada industri rumah (home industry) dan industri kecil

c.  Alat tenun mesin (ATM) 

Alat tenun ini dibuat dengan menggunakan bahan logam sehingga kuat dan kokoh serta stabil. Alat tenun mesin memiliki banyak keunggulan dibandingkan kedua jenis alat tenun di atas yaitu memproduksi lebih cepat, hasilnya lebih rapi, dan lebih kuat.  Alat tenun mesin digunakan pada pabrik-pabrik tekstil yang memiliki skala produksi besar.

C.  Jenis Dan Sifat Bahan Tekstil

Jenis tekstil dapat diketahui dari perbedaan serat dan permukaan teksturnya. Ada yang berasal dari serat alam (tumbuhan dan hewan), serat buatan (sintetis), dan surat dari bahan galian (asbes dan logam). Serat dari bahan alam misalnya katun, wol, sutera. Serat buatan misalnya dakron, polyester, dan nilon. Surat dari bahan galian misalnya brokat, lame dan songket.

Jenis-jenis bahan tekstil ini memiliki sifat yang berbeda-beda, sebagai berikut :

1. Katun : sifat bahan katun menyerap air (hidroskopis), mudah kusut, kenyal dan dapat disetrika dalam temperatur panas yang tinggi

2. Wol : sifat bahan wol sangat kenyal, tidak mudah kusut, dapat menghantarkan panas, apabila dipanaskan menjadi lebih lunak

3. Sutera : sifat bahan sutra lembut, licin, berkilat, kenyal dan kuat. Bahan sutera banyak menghisap air dan memiliki rasa sejuk apabila digunakan

4. Dakron, Polyester, dan Nikon : bahan-bahan tekstil ini bersifat lebih tahan panas, tidak mudah kusut, tidak perlu disetrika, kuat dan bila dicuci akan cepat kering

5. Brokat, Lame dan Songket : sifat bahan tekstil ini kurang menyerap air, mudah berubah warna, tidak mudah kusut, kurang menyerap air dan tidak tahan dengan panas tinggi

D. Jenis dan Bahan Pewarna

Bahan tekstil memiliki warna yang berbeda satu sama lainnya. Warna dapat diperoleh dari pewarna alami dan dapat diperoleh dari pewarna sintetis. Setiap warna ini memiliki sifat dan jenis yang berbeda. Pewarna alam dihasilkan dari ekstrak akar-akaran, daun, buah, kulit kayu dan kayu. Pewarna sintetis diperoleh dari zat warna buatan yang dibuat melalui proses kimia dengan bahan dasar terarang, batubara atau minyak bumi.

Pewarna alami bagi pengrajin sudah cukup dikenal. Pewarna alami biasa mereka peroleh dari beberapa jenis bagian tumbuhan seperti : kulit soga, mengkudu, kesumba dan teh. Pada pewarna sintetis, jenis pewarnanya adalah naptol dan indigosol. Jenis pewarna naptol digunakan pada teknik celup dan pewarna indigosol dapat digunakan dengan cara celup dan colet (lukis)

E. Teknik

Proses penerapan ragam hias pada bahan tekstil memiliki prosedur yang berbeda. Teknik sulam, batik, tenun ikat, bordir dan songket berbeda satu dengan yang lain pada prosesnya

1. Sulam / Menyulam

Pengertian dari menyulam adalah salah satu teknik menjahit yang bertujuan untuk dekoratif dengan menggunakan jahit dan benang

Alat dan bahan yang digunakan :
- Jarum
- Pemidangan
- potongan logam
- mutiara 
- manik-manik
- bulu burung
- payet

2. Batik

Kata batik diambil dari kata "ambatik" yaitu kata "amba" (bahasa jawa) yang berarti menulis dan "tik" yang berarti titik kecil, tetesan atau membuat titik. Jadi, batik adalah menulis atau menulis melukis titik. Secara umum membatik adalah sebuah teknik menahan warna dengan lilin malam secara berulang-ulang di atas kain. Lilin malam digunakan sebagai penahan untuk mencegah agar warna tidak menyerap ke dalam serat kain di bagian bagian yang dikehendaki

Alat dan bahan yang digunakan :
- canting
- penggorengan atau wajan
- kompor
- tali
- alat sablon
- cap
- lilin atau malam
- pewarna

Teknik yang digunakan :
- tutup celup (batik tulis)
- ikat celup (batik jumputan)
- cap (batik cap)
- sablon

3. Bordir

Bordir adalah salah satu jenis sulaiman yang menggunakan mesin untuk pengerjaannya. 

Alat dan bahan yang digunakan :
- Pemidangan, adalah alat bantu untuk membentang kan dan mengencangkan kain saat di bordir.
- Plat bordir, alat bantu yang dipergunakan untuk menutup gigi using jahit apabila mesin jahit tidak memiliki alat pengatur gigi mesin. 
- Mesin bordir pancal, adalah mesin jahit yang digerakkan dengan menggunakan tenaga manusia yang digunakan untuk membordir.
- mesin khusus bordir, adalah salah satu jenis mesin jahit yang hanya diperuntukkan dalam pembuatan bordir dan digerakkan dengan tenaga listrik (dinamo)
- Bordir komputer, adalah mesin yang khusus di program melalui komputer untuk membuat hiasan bordir
- Benang

4. Tenun Ikat

Tenun ikat atau kain ikat adalah kriya tenun indonesia berupa kain yang di tenun dari helaian benang pakan atau benang lungsin yang sebelumnya diikat dan dicelupkan ke dalam zat pewarna alami. Alat tenun yang dipakai adalah alat tenun bukan mesin. Kain ikat dapat dijahit untuk dijadikan pakaian dan perlengkapan busana, kain pelapis mebel, atau penghias interior rumah

5. Songket

Songket adalah kain yang ditenun dengan menggunakan benang emas atau benang perak. Selain benang emas atau perak ada jenis benang sutra yang berwarna, ada yang menggunakan benang sulam, ada yang menggunakan benang katun berwarna dan sebagainya. Tetapi semua jenis benang tersebut dipergunakan untuk menghias permukaan kain tenun, bentuknya seperti sulaman dan dibuat pada waktu yang bersamaan dengan menenun dasar kain tenunnya. Prinsip penggunaan benang tambahan saat menenun disebut songket, karena dihubungkan dengan proses menyungkit atau menjungkit benang lungsi dalam membuat pola hias.

6. Menggambar Ragam Hias

Bentuk ragam hias dapat diaplikasikan pada media tekstil, salah satunya adalah dengan menggunakan teknik menggambar. Menggambar pada bahan tekstil kaos, menjadi pilihan yang bisa dilakukan. Pewarnaan bisa dilakukan dengan menggunakan cat tekstil atau cat sablon. Proses pembuatannya dapat menggunakan kuas dan diberi campuran beraneka warna. Sebelum dicat, kaos terlebih dahulu dibuatkan sketsa ragam hiasnya. Pada saat pengecatan, sebaiknya kaos diberi alas dalam agar tidak tembus ke belakang
Share :